Pada
disebuah desa yang begitu indah dan menawan, ada sebuah keluarga yang begitu
harmonis, penuh kasih sayang, dan sederhana, dia seorang suami istri dan sudah
mempunyai tiga anak, begitu lengkapnya keluarga tersebut sudah diberkahi tiga
anak, tetapi pada suatu hari, hati sang istri menangis begitu kencang dan matanya
berkunang – kunang tiada henti. Karena sang suami tercinta mengalami kecelakaan
ketika ia mengendarai sepeda motor, sepulang dari jalan – jalan bersama temen –
temnnya dan mau pulang menuju kerumah tercinta, dan sang istri mendengar kabar
tesebut, begitu terpukul hati sang istri ketika mendengar suaminya mengalami
kecelakaan, dan ketiga anaknya pun menjerit ketika jenazah sang ayah tiba
dirumah duka, tiada henti di depan jenazah ayahnya yang terbujur kaku.
Begitu
pula dengan hati yang masih diselimuti rasa duka, sang istri dan ketiga anaknya
sudah pasrah sang ayah meninggalkan mereka selama – lamanya dari dunia ini,
tiada lagi tumpuan hidup atau tulang punggung keluarga yang mereka harapkan,
sang ibu dan ketiga anaknya pun berkata, sang ibu : “ Siapa lagi kalau bukan
sang ayah yang memberikan suatu kehidupan kepada keluarga kami yang sederhana
ini, ayah….! Aku mencintaimu, maafkan aku jika aku tidak bisa seperti ayah, dan
aku akan berusaha keras demi anak – anak kita, selamat jalan ayah, dan
beristirahatlah ayah disana dengan tenang ”. Dan ketiga anaknya pun berkata : “
Ayah….! Selamat jalan ayah, kita bertiga merasa kehilangan sesosok ayah yang
begitu bertanggung jawab pada keluarga dan tidak mengenal lelah, dan ayah rela
membiayai kita sekolah sampai ayah meneteskan air keringat dan tidak pernah mengeluh
demi keluarga, maafkan kami ayah, semoga ayah beristirahat dengan tenang dialam
sana”.
Setelah beberapa hari
kemudian, sang istri kembali seperti sediakala yaitu bekerja keras, dan menerima
apa adanya dengan hati yang masih sedih dan hampa, demi anak – anaknya yang
masih sekolah sang ibu rela melakukan apapun. Betapa gigihnya seorang ibu
berjuang sendirian demi sang anak dan demi bertahan hidup setelah sang ayah
tiada, dan perubahan begitu tanpak dikeluarga sederhana tersebut. Dengan
dorongan tetangga terdekatnya, sang ibu belajar atau mengenal dunia yang
dijalani suaminya dahulu diwaktu sang suami masih ada, meskipun dengan keadaan
sederhana ketiga anaknya pun membantu ibunya bekerja keras demi menambah
penghasilan untuk membiayai kehidupan sehari – hari dan untuk melanjutkan
sekolahnya.
Ketiga anaknya pun masih
sekolah diberbagai sekolah, anak pertama sekolah di SD, anak yang kedua dan
ketiga sekolah di SMP, mereka bercita – cita ingin melanjutkan sekolah yang
lebih tinggi lagi, agar dapat menjadi orang yang sukses, dengan penuh semangat
ketiga anaknya pun sepulang dari sekolah berjuang membantu ibunya bekerja
sebagai serabutan, agar bisa menambah hasil yang lebih, sang anak berkata : “
Adik – adik ku, ayo….! Kita membantu
ibu, kasihan ibu bekerja sendirian setelah ayah tiada, demi bertahan hidup
jangan putus asa adik – adik ku ”. Dengan membaca “ Bismillahirrohmanirrohim ”
sang ibu berangkat bekerja diwaktu matahari masih belum terbit, dan terlebih
dahulu sang ibu menyiapkan kebutuhan anak – anaknya sebelum sang ibu berangkat
bekerja, seperti sarapan pagi, menyetrika baju seragamnya, dan sebagainya.
Seterusnya ibu berkata :
“ Anak – anak ku, janganlah berputus asa meskipun kita ini hidup sederhana,
ayah telah tiada, janganlah memandang orang lain yang hidup bercukupan, tetapi
belajarlah dari orang lain jika menurut kita itu baik untuk kita pelajari anak
– anak ku, gunakanlah apa yang kalian miliki dan berdo’a kepada Alloh SWT agar
kita semua diberkahi nikmat dan berokahnya ”. Dengan penuh kasih sayang dan
berokah dari sang ibu tercinta, mereka semua begitu semangat dan ingin berjuang
demi menggapai cita – cita mereka.
Betapa dahsyat -
nya do’a seorang ibu, janganlah sekali –
kali kita semua meremehkan do’a dari ibunda tercinta, sekali ibunda mengucapkan
kata seperti “ ANAK KU TERUSKANLAH KAMU MENGGAPAI CITA – CITA MU, JANGAN SAMPAI
PUNAH, IBU YAKIN KAMU BISA ”. Insya’allo akan terkabul dan akan tercapai dengan
tanpa halangan apapun, karena do’a seorang ibu itu sama dengan kita meminta
kepada Alloh SWT. Maka kita sebagai ummat manusia jangan semena – mena kepada
kedua orang tua kita, terutama kepada sang ibunda tercinta, tanpa pengorbanan
seorang ibu dan mengandung kita sampai sembila bula atau lebih, yang penuh
dengan derita ataupun suka sang ibunda tidak memikirkannya dan akan merawatnya
mulai dari dalam kandungan sampai lahir di dunia ini hingga dewasa, kita tidak
akan terlahir di dunia ini dengan selamat dan diberi kesehatan seperti sekarang
ini, maka janganlah benci kepada ibunda kita, tetapi cintailah dan sayangilah
tanpa kasih sayang dan do’a beliau kita tidak akan seperti sekarang ini.