" WAJAHMU DISAAT MENATAPKU "
Rembulan yang indah dimalam hariBintang yang membantu menerangi
Wajahmu berseri bagai rembulan
Wajahmu bersinar bagai api cinta
Tak sadar wajahmu merdu
" TANGAN ITU BUKAN MUKHRIMKU "
Diatas dia melihat kita di dunia
Perlahan kita tak sengaja
Dosa akan berbalut bagai kapuh didahannya.
Tanganmu, wajahmu, hatimu, bukan mukhrimku
Sinar matamu bukan milikku
Saat kita sadar, kita lemah
Saat kita tau, kita bisa binasa
Bukan pahala yang kita dapatkan
Melainkan murkanya jika dia tau.
" MENUNGGU "
Banyaknya hari ada tujuh hari
banyaknya bulan ada 12.....
menunggu bukan berarti layu.....
langkah pasti..
darah muda terus ku tegakkan..
meraih masa yang cerah dan ramai
berani karena ingin
berdiri karena kuat..
tangguh kanlah pelita..
" POHON YANG RAPUH "
Angin ribut ia dibawa kearahnya
Panas, daun dan rantingnya mengering
Semakin tua, batangnya mengelupas
Rapuhlah pohon itu...........
Pohon itu rapuh.........
Dia tidak bisa bediri tegak
Mencari sandaran pada kayu jati
Merugi poho itu.
Turut kesana turut kesini
Tanpa haluan...........
Ia tak mandiri
Tak sekolah dan tak makan ilmu
Pohon itu rapuh.....
Jadilah pohon kuat, menjadi penyanggah
Tak tergantung, tak perlu beli
Tak rugi............


.jpg)
.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar