Powered By Blogger

Selasa, 14 Mei 2013

“ PENGORBANAN SEORANG IBU ”


Pada disebuah desa yang begitu indah dan menawan, ada sebuah keluarga yang begitu harmonis, penuh kasih sayang, dan sederhana, dia seorang suami istri dan sudah mempunyai tiga anak, begitu lengkapnya keluarga tersebut sudah diberkahi tiga anak, tetapi pada suatu hari, hati sang istri menangis begitu kencang dan matanya berkunang – kunang tiada henti. Karena sang suami tercinta mengalami kecelakaan ketika ia mengendarai sepeda motor, sepulang dari jalan – jalan bersama temen – temnnya dan mau pulang menuju kerumah tercinta, dan sang istri mendengar kabar tesebut, begitu terpukul hati sang istri ketika mendengar suaminya mengalami kecelakaan, dan ketiga anaknya pun menjerit ketika jenazah sang ayah tiba dirumah duka, tiada henti di depan jenazah ayahnya yang terbujur kaku.
Begitu pula dengan hati yang masih diselimuti rasa duka, sang istri dan ketiga anaknya sudah pasrah sang ayah meninggalkan mereka selama – lamanya dari dunia ini, tiada lagi tumpuan hidup atau tulang punggung keluarga yang mereka harapkan, sang ibu dan ketiga anaknya pun berkata, sang ibu : “ Siapa lagi kalau bukan sang ayah yang memberikan suatu kehidupan kepada keluarga kami yang sederhana ini, ayah….! Aku mencintaimu, maafkan aku jika aku tidak bisa seperti ayah, dan aku akan berusaha keras demi anak – anak kita, selamat jalan ayah, dan beristirahatlah ayah disana dengan tenang ”. Dan ketiga anaknya pun berkata : “ Ayah….! Selamat jalan ayah, kita bertiga merasa kehilangan sesosok ayah yang begitu bertanggung jawab pada keluarga dan tidak mengenal lelah, dan ayah rela membiayai kita sekolah sampai ayah meneteskan air keringat dan tidak pernah mengeluh demi keluarga, maafkan kami ayah, semoga ayah beristirahat dengan tenang dialam sana”.
Setelah beberapa hari kemudian, sang istri kembali seperti sediakala yaitu bekerja keras, dan menerima apa adanya dengan hati yang masih sedih dan hampa, demi anak – anaknya yang masih sekolah sang ibu rela melakukan apapun. Betapa gigihnya seorang ibu berjuang sendirian demi sang anak dan demi bertahan hidup setelah sang ayah tiada, dan perubahan begitu tanpak dikeluarga sederhana tersebut. Dengan dorongan tetangga terdekatnya, sang ibu belajar atau mengenal dunia yang dijalani suaminya dahulu diwaktu sang suami masih ada, meskipun dengan keadaan sederhana ketiga anaknya pun membantu ibunya bekerja keras demi menambah penghasilan untuk membiayai kehidupan sehari – hari dan untuk melanjutkan sekolahnya.
Ketiga anaknya pun masih sekolah diberbagai sekolah, anak pertama sekolah di SD, anak yang kedua dan ketiga sekolah di SMP, mereka bercita – cita ingin melanjutkan sekolah yang lebih tinggi lagi, agar dapat menjadi orang yang sukses, dengan penuh semangat ketiga anaknya pun sepulang dari sekolah berjuang membantu ibunya bekerja sebagai serabutan, agar bisa menambah hasil yang lebih, sang anak berkata : “ Adik – adik ku, ayo….!  Kita membantu ibu, kasihan ibu bekerja sendirian setelah ayah tiada, demi bertahan hidup jangan putus asa adik – adik ku ”. Dengan membaca “ Bismillahirrohmanirrohim ” sang ibu berangkat bekerja diwaktu matahari masih belum terbit, dan terlebih dahulu sang ibu menyiapkan kebutuhan anak – anaknya sebelum sang ibu berangkat bekerja, seperti sarapan pagi, menyetrika baju seragamnya, dan sebagainya.
Seterusnya ibu berkata : “ Anak – anak ku, janganlah berputus asa meskipun kita ini hidup sederhana, ayah telah tiada, janganlah memandang orang lain yang hidup bercukupan, tetapi belajarlah dari orang lain jika menurut kita itu baik untuk kita pelajari anak – anak ku, gunakanlah apa yang kalian miliki dan berdo’a kepada Alloh SWT agar kita semua diberkahi nikmat dan berokahnya ”. Dengan penuh kasih sayang dan berokah dari sang ibu tercinta, mereka semua begitu semangat dan ingin berjuang demi menggapai cita – cita mereka.
Betapa dahsyat - nya  do’a seorang ibu, janganlah sekali – kali kita semua meremehkan do’a dari ibunda tercinta, sekali ibunda mengucapkan kata seperti “ ANAK KU TERUSKANLAH KAMU MENGGAPAI CITA – CITA MU, JANGAN SAMPAI PUNAH, IBU YAKIN KAMU BISA ”. Insya’allo akan terkabul dan akan tercapai dengan tanpa halangan apapun, karena do’a seorang ibu itu sama dengan kita meminta kepada Alloh SWT. Maka kita sebagai ummat manusia jangan semena – mena kepada kedua orang tua kita, terutama kepada sang ibunda tercinta, tanpa pengorbanan seorang ibu dan mengandung kita sampai sembila bula atau lebih, yang penuh dengan derita ataupun suka sang ibunda tidak memikirkannya dan akan merawatnya mulai dari dalam kandungan sampai lahir di dunia ini hingga dewasa, kita tidak akan terlahir di dunia ini dengan selamat dan diberi kesehatan seperti sekarang ini, maka janganlah benci kepada ibunda kita, tetapi cintailah dan sayangilah tanpa kasih sayang dan do’a beliau kita tidak akan seperti sekarang ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar